Seorang pemuda yang merasa dirinya tidak beruntung. dia duduk termenung dipinggir jalan memikirkan nasibnya. Dan merasa dirinya adalah orang yang paling tidak beruntung, karena merasa dirinya terlahir dikeluarga yang miskin serta tidak berpendidikan.
Kebetulan saat itu ada seorang bapak yang sedang lewat dan melihat pemuda tersebut duduk termenung.” anak muda, kenapa kamu tampak sedih, tidak bersemangat, dan hanya duduk termenung ” tanya bapak tersebut.
” Saya tidak mengerti, mengapa saya begitu miskin?” sela si Ali (nama pemuda tsb)
“Miskin? Kamu tidak miskin, bahkan saya lihat sangat kaya” kata bapak tsb lagi.
Si Ali jadi tercenggang mendengar kata-kata si bapak tadi, lantas si Ali bertanya, ” Kaya !!!?” Dari mana saya dibilang kaya? untuk makan tiga kali sehari saja susah.”
Lantas tanya Bapak yang kelihatan sabar dan bijaksana itu ” Begitu anak muda, satu tanganmu aku beli seharga sepuluh juta, mau?”
” Tentu tidak mau ” jawab si Ali cepat
” Kalau begitu saya tambah lagi tigapuluh juta, maukah kamu menjual tanganmu?” desak bapak tsb
Tentu saja si Ali menjawab sama dengan yaitu ” tidak “
Bapak tsb dengan sabar mendesak dan merasa tertantang “Kalau saya beli kedua tanganmu seharga duaratus juta. Maukah kamu menjualnya kepada saya”
” Tentu saja tidak, apalagi kedua tanganku berarti aku akan jadi orang cacat seumur hidup” jawab Ali tegas.
” Nah, itulah kekayaan kamu sesungguhnya, belum lagi dihitung nilai kekayaan kedua belah kakimu, kesehatanmu, usia yang diberikan oleh Tuhan kepadamu, saya pikir kalau semuanya dijumlahkan akan mencapai jumlah yang luar biasa. Gunakan ‘aset’ tersebut untuk bekerja, mengolah sesuatu menjadi lebih berharga,” nasehat Bapak tsb sambil menepuk nepuk pundak si Ali.
Nasihat yang bijak dan bernilai ini membuat si Ali seketika sadar dan semangatnya bangkit kembali. Ternyata Tuhan telah memberinya ‘ kekayaan’ yang tanpa ia sadari, bila dikembangkan akan menjadi aset-aset yang berguna dan tanpa ternilai harganya. (kekayaan yang tidak ternilai)
Itulah cerita singkat yang perlu kita simak, kadang-kadang kita tidak sadar, modal yang kita miliki dalam hidup kita seperti kesehatan, semangat hidup, dan akal budi. Dengan modal ini saja, kita bisa mencapai kesuksesan dan kekayaan.
Nasib adalah perjalanan hidup yang ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang dan baru kelihatan dalam proses menjalani hidup ini. Namun kita “berkuasa” atas rancangan kehidupan ini.
Hidup miskin atau kaya adalah penentuan dari kepribadian kita. diberi banyak kalau tidak mau berusaha atau bekerja sama saja nol. Kalau diberi sedikit kita mau berusaha atau bekerja keras berarti bisa dapat banyak.
Sebagai manusia kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan demi apa yang telah kita cita-citakan, asalĀ dijalan yang benar dan jujur. Kita hidup seperti roda yang sedang berputar, hari ini kita bisa diatas, besok-besok belum tentu, waktu masih panjang dalam kehidupan kita.
- by Mr. Suniko -